Jakarta, 8 Agustus 2025 — Aula Nusantara MPR RI menjadi saksi pelepasan 225 dai Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia yang akan bertugas di berbagai wilayah tertingal, terpencil, dan perbatasan Indonesia. Acara ini dihadiri oleh tokoh nasional, pimpinan daerah, perwakilan Kementerian, serta para dai dan keluarga mereka.
Wakil Ketua DPD RI, Dr. Tamsil Linrung, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para dai yang siap mengabdi di daerah-daerah sulit dijangkau. Ia menegaskan bahwa peran dai tidak hanya menyebarkan cahaya dakwah, tetapi juga membangun masyarakat dan menjaga keutuhan bangsa.
“Ini adalah bukti konkret bahwa Dewan Da’wah menyahut keinginan Presiden untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Para dai adalah pelita yang tidak hanya menerangi, tetapi juga menghangatkan,”.
Dr. Tamsil Linrung kemudian mengenang kisah para dai senior yang bertahun-tahun bertugas di pelosok tanpa mengenal kata lelah. Ia menuturkan bagaimana dedikasi mereka kerap dibalas dengan penghargaan masyarakat, bahkan ada yang dipercaya menjadi pemimpin daerah.
“Saya pernah bertanya kepada seorang dai di Pulau Buru, sudah berapa tahun bertugas? Ia menjawab, ‘baru 40 tahun’. Semangat seperti inilah yang menjadi modal besar dalam membangun bangsa,” ungkapnya.
Ia juga berharap di masa depan, para dai bisa mengisi berbagai posisi strategis, termasuk di parlemen dan pemerintahan, sehingga kebijakan negara dapat lebih berpihak pada rakyat dan berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial.
“Saya membayangkan sidang-sidang di tempat ini suatu hari dipenuhi para dai. Dengan begitu, setiap persoalan akan direspon dengan pendekatan keimanan dan keadilan sosial,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Dr. Tamsil Linrung memberikan pesan motivasi kepada para dai yang akan bertugas:
“Selamat menjalankan amanah mulia ini. Semoga setiap langkah saudara di pelosok negeri dirahmati Allah, diberi kemudahan, dan menjadi kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Mari kita wujudkan Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan berakhlak mulia dari pinggiran hingga ke seluruh penjuru negeri,”.
Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan tanda amanah kepada para dai, sebagai simbol komitmen untuk menebar cahaya dakwah hingga ke pelosok negeri. (HUMAS STID MOHAMMAD NATSIR)

