“Kunjungan Santri Pondok Pesantren Al Muhsin Metro ke STID Mohammad Natsir”

Bekasi, 18 Februari 2025 – Telah terlaksana kegiatan kunjungan siswa Pondok Pesantren Islam Al Muhsin Metro ke Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan tujuan mengenalkan lebih dalam program pendidikan dan pola kaderisasi da’i yang diterapkan di STID Mohammad Natsir.

Rombongan santri Al Muhsin Metro disambut oleh para asatidz STID Mohammad Natsir. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al Muhsin Metro, Ustadz Dr. Ali Murtadlo, S.Ag, M.Pd.I, menjelaskan bahwa pendirian Yayasan Al Muhsin Metro tidak terlepas dari peran penting Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII).

Pada tahun 1994, beberapa tokoh Islam Kota Metro yang menjadi pengurus DDII Metro menerima informasi dari DDII Pusat Jakarta mengenai adanya bantuan dari Baituz Zakat Kuwait untuk pembangunan masjid atau pondok pesantren. Menindaklanjuti informasi tersebut, Ustadz Alfuadi Rusli ditugaskan untuk mencari sebentuk tanah wakaf. H. Soderi menyambut seruan ini dengan mewakafkan tanah peninggalan orang tuanya seluas 6.910 m² di Jalan Dr. Sutomo 28B, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, yang kemudian menjadi lokasi pendirian Pondok Pesantren Islam Al Muhsin.

Setelah itu, Ketua Bidang Pendidikan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Ustadz Dr. Ujang Habibi, M.Pd.I, menyampaikan pemaparan tentang perkembangan pendidikan di Dewan Da’wah. Beliau menjelaskan bahwa Dewan Da’wah memiliki peran besar dalam mencetak kader da’i melalui berbagai institusi pendidikan yang dikelolanya. Pendidikan di bawah naungan Dewan Da’wah diarahkan untuk membina generasi Islam yang siap berdakwah dan mengabdi kepada umat, baik di perkotaan maupun di daerah pedalaman.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Rektor STID Mohammad Natsir, Ustadz Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I, yang menjelaskan tentang pola kaderisasi da’i di kampus ini. Beliau menegaskan bahwa STID Mohammad Natsir tidak hanya melahirkan lulusan yang menguasai ilmu keislaman, tetapi juga memiliki militansi tinggi dalam berdakwah. Para da’i yang dibina di kampus ini dilatih untuk terjun langsung ke masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan sentuhan dakwah Islam.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga disampaikan tausiah penguatan dakwah oleh Wakil Ketua 1 STID Mohammad Natsir, Ustadz Dr. Imam Taufik Al Khattab, M.Pd.I. Dalam tausiahnya, beliau menekankan bahwa berdakwah adalah tugas mulia dan kewajiban bagi setiap Muslim. Para santri Al Muhsin dimotivasi untuk bercita-cita menjadi da’i yang siap berjuang demi tegaknya Islam di berbagai penjuru negeri.

Sebagai penutup acara, dilakukan pertukaran cendera mata antara STID Mohammad Natsir dan Yayasan Al Muhsin Metro sebagai simbol persahabatan dan kerja sama dalam mencetak kader da’i masa depan. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan dari kegiatan ini.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri Al Muhsin Metro untuk melanjutkan pendidikan di STID Mohammad Natsir dan berkontribusi dalam dakwah Islam di masa depan. (AMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *