Wisuda Al-Qur’an ke-VII LTQ LPPM STID Mohammad Natsir: Pengukuhan 75 Lulusan Program Tahsin dan Tahfidz

Bekasi, 22 November 2025 — Lembaga Tahsin dan Tilawah Al-Qur’an (LTQ) di bawah LPPM STID Mohammad Natsir kembali menggelar Wisuda Al-Qur’an ke-VII pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Komplek Pusdiklat Dewan Dakwah, Tambun Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh wisudawan-wisudawati bersama keluarga serta para tamu undangan.

Pada kesempatan tersebut, Mudir LTQ LPPM STID Mohammad Natsir, Eri Irawan, S.Sos menyampaikan bahwa sebanyak 75 peserta resmi diwisuda, terdiri dari 18 wisudawan dan 57 wisudawati. Beliau menegaskan bahwa LTQ hadir sebagai lembaga yang berkhidmat dalam pengembangan kemampuan membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an untuk membentuk masyarakat muslim yang dekat dengan Al-Qur’an.

LTQ mulai dirintis pada tahun 2004 melalui kegiatan Halaqah Qur’an (HAQI) yang digagas oleh mahasiswa STID Mohammad Natsir. Program ini kemudian berkembang menjadi lembaga resmi LTQ yang tidak hanya melayani mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum di sekitar Tambun dan Bekasi. Hingga kini, program LTQ telah berjalan lebih dari 20 tahun.

Dalam sembilan tahun terakhir, sejak 2017 hingga 2025, LTQ telah meluluskan 582 alumni Program Tahsin, dengan rincian:

  • 2017–2019 : 179 alumni
  • 2020–2022 : 222 alumni
  • 2023–2025 : 181 alumni

Acara wisuda juga diisi oleh Orasi Ilmiah Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I. Dalam orasinya, beliau menekankan kemuliaan para penghafal dan pembaca Al-Qur’an, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ bahwa Allah akan meninggikan derajat suatu kaum karena Al-Qur’an.

Beliau juga menyampaikan kisah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu tentang keutamaan seorang qari’ yang memiliki kedudukan mulia meskipun bukan dari kalangan terpandang. Hal ini menjadi motivasi bagi para wisudawan-wisudawati agar terus menjaga komitmen dalam membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I juga mengingatkan bahwa seorang muslim seharusnya memiliki azam dan target untuk menghafal Al-Qur’an, sekalipun prosesnya bertahap. Beliau menegaskan bahwa nilai di sisi Allah bukan semata pada jumlah hafalan, tetapi pada kesungguhan usaha dalam menghafal dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *