Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur — Kafilah Da’wah STID Mohammad Natsir melanjutkan perjalanan menuju titik penugasan di Kampung Oe Ue (Air Rotan), Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (14/02/2026). Perjalanan darat dengan estimasi waktu 7 hingga 8 jam tersebut menjadi salah satu pengalaman penuh tantangan bagi tim.
Medan yang dilalui tergolong ekstrem. Jalanan terjal yang sebagian berubah menjadi kubangan lumpur pekat menjadi hambatan utama perjalanan. Armada kendaraan beberapa kali mengalami kesulitan akibat kondisi jalan yang licin dan berlumpur, sehingga mengharuskan tim untuk berhenti dan berupaya keluar dari medan berat tersebut.

Di tengah tantangan tersebut, Kafilah Da’wah tidak berjalan sendiri. Warga setempat dengan penuh ketulusan segera turun tangan membantu. Tanpa diminta, masyarakat bahu-membahu bersama tim untuk mendorong kendaraan yang terperosok di tengah lumpur. Kebersamaan itu menjadi potret nyata kuatnya nilai gotong royong dan keramahan masyarakat pedalaman NTT.
Setelah melalui berbagai rintangan, tim akhirnya tiba di lokasi penugasan dan disambut dengan hangat melalui Prosesi Adat Oe Ue. Tradisi penyambutan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi simbol penerimaan dan penghormatan masyarakat kepada tamu yang hadir untuk membersamai mereka selama bulan Ramadhan. Sambutan penuh kehangatan itu menjadi penguat semangat bagi seluruh anggota kafilah.
Perjalanan panjang yang penuh lumpur dan tantangan terbayar dengan sambutan tulus masyarakat. Momentum ini menjadi awal pengabdian Kafilah Da’wah STID Mohammad Natsir di wilayah pedalaman NTT, dalam rangka mendampingi dan membersamai masyarakat selama bulan suci Ramadhan. (Humas STID Mohammad Natsir)


