Perdana ke Pelosok Sulawesi Tenggara, Mahasiswa STID Mohammad Natsir Jalankan Program Kafilah Da’wah Ramadhan 1447 H

Sulawesi Tenggara — Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada umat melalui pemberangkatan mahasiswa untuk melaksanakan Program Kafilah Da’wah Ramadhan di pelosok Sulawesi Tenggara. Penugasan ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya wilayah tersebut menjadi lokasi pengabdian Ramadhan mahasiswa STID Mohammad Natsir.

Program Kafilah Da’wah Ramadhan merupakan bagian dari dakwah lapangan yang difokuskan pada daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pembinaan dan layanan keislaman. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membersamai masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadhan secara lebih optimal.

Selama kurang lebih satu setengah bulan, mahasiswa akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Mereka berperan aktif dalam membimbing pelaksanaan ibadah Ramadhan, seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, penyampaian kajian keislaman, pembinaan anak-anak dan remaja, serta penguatan pemahaman dasar-dasar Islam yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat lokal.

Pihak kampus menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat menjalani Ramadhan dengan lebih khusyuk, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam memahami realitas dakwah secara langsung di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa hadir bukan sebagai pihak yang menggurui, melainkan sebagai teladan dalam amal (bil hal) dan lisan (bil lisan), serta sebagai pendamping yang mendengarkan, memahami kebutuhan masyarakat, dan berkontribusi secara bijaksana sesuai dengan kearifan lokal.

Alhamdulillah, kehadiran Kafilah Da’wah STID Mohammad Natsir disambut dengan hangat oleh masyarakat setempat. Diharapkan, program ini dapat menghadirkan semangat baru dalam menghidupkan suasana Ramadhan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di wilayah pelosok Sulawesi Tenggara.

Penulis:
Rahma Rahayu & Putri Siti Ruqoyyah
(Mahasiswi STID Mohammad Natsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *