[Bekasi/Tambun], [19 Juli 2026] – Himpunan Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (HIMA KPI) – STID Muhammad Natsir sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Aksi Nyata Gen-Z: Bergerak Serentak, Meluruskan Kiblat Generasi dari Penyimpangan Fitrah”. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Adli Nur Annasiri, S.Sos. sebagai narasumber utama dan mendapat sambutan yang sangat antusias dari peserta.

Seminar dihadiri oleh lebih dari 150 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa STID Muhammad Natsir, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain seperti Universitas Muhammadiyah,UMJ serta para pelajar dan pemuda dari berbagai komunitas di sekitar wilayah penyelenggaraan. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menjadi bukti tingginya perhatian generasi muda terhadap isu pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai Islam di era modern.
Dalam pemaparannya, Ustadz Adli Nur Annasiri, S.Sos. menjelaskan bahwa fitrah manusia, khususnya fitrah anak muda, adalah tumbuh dan berkembang dalam ketaatan kepada Allah SWT serta menjalani kehidupan dengan penuh kebaikan. Namun, berbagai tantangan zaman menyebabkan banyak generasi muda mengalami penyimpangan dari fitrah tersebut.

Beliau juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa muda sebaik-baiknya dengan mengutip hadis Rasulullah ﷺ yang menjelaskan bahwa setiap manusia kelak akan dimintai pertanggungjawaban, salah satunya mengenai bagaimana masa mudanya dihabiskan. Oleh karena itu, masa muda harus diisi dengan aktivitas yang bermanfaat, menuntut ilmu, berkarya, serta memperkuat keimanan dan akhlak.
Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebab penyimpangan fitrah generasi muda, yaitu:
Kesalahan dalam memahami konsep ketuhanan.
Kesalahan dalam memahami ajaran agama.
Kesalahan dalam memaknai kebebasan.
Pada sesi berikutnya, peserta diajak memahami hakikat kebebasan menurut perspektif Islam. Narasumber menegaskan bahwa kebebasan bukan berarti melakukan segala sesuatu tanpa batas, melainkan kebebasan untuk memilih jalan yang benar dengan penuh tanggung jawab.

Beliau menyampaikan bahwa:
“Bebas itu adalah sebuah aktivitas, bukan sebuah kondisi. Pada hakikatnya tidak ada manusia yang benar-benar bebas dari segala hal.”
Dalam Islam, kebebasan merupakan anugerah Allah SWT agar manusia dapat menggunakan kehendaknya untuk berikhtiar dalam kebaikan dan ketaatan, bukan mengikuti hawa nafsu yang dapat menjerumuskan kepada penyimpangan.
Selain itu, dijelaskan pula bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab terhadap perjanjian fitrah dengan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-A’raf ayat 172, sehingga setiap individu memiliki kewajiban untuk menjaga fitrah tersebut melalui keimanan, ilmu, dan amal saleh.

Seminar berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti antusias oleh para peserta. Berbagai pertanyaan mengenai tantangan kehidupan generasi muda, pengaruh media sosial, hingga cara mempertahankan identitas keislaman di tengah perkembangan zaman menjadi pembahasan yang menarik sepanjang kegiatan.
Melalui seminar nasional ini, STID Muhammad Natsir berharap dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang benar, berakhlak mulia, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi antar-mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam memperkuat semangat dakwah dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Semangat yang tercipta selama kegiatan diharapkan tidak berhenti pada forum seminar semata, tetapi menjadi inspirasi bagi para peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lahir generasi yang tetap istiqamah menjaga fitrah, berilmu, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana.

