Gorontalo, 2 September 2025 —Upaya mencetak generasi Qur’ani terus digencarkan oleh da’iyah Dewan Dakwah alumni STID Mohammad Natsir melalui pembinaan Rumah Qur’an Ashhabul Ilmi di Kota Gorontalo. Lembaga baru ini hadir sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak yatim dan dhuafa, sekaligus menjadi bukti nyata pengabdian dakwah di tengah masyarakat.
Rumah Qur’an Ashhabul Ilmi yang berlokasi di Jl. Bilinggata, Kelurahan Dulomo Selatan, Kota Gorontalo, sebelumnya hanyalah bangunan kosong yang tidak berpenghuni. Namun atas izin Allah dam dukungan para dermawan, kini difungsikan sebagai Rumah Qur’an dengan berbagai fasilitas, mulai dari makanan, snack anak-anak, Iqra, mushaf Al-Qur’an, hingga meja belajar.
Berbeda dengan TPA pada umumnya, kegiatan harian di Rumah Qur’an Ashhabul Ilmi berlangsung dengan jadwal yang teratur. Aktivitas dimulai pukul 14.30 dengan doa pembuka, dilanjutkan murojaah atau hadits harian, kemudian shalat Ashar berjamaah. Setelah itu, anak-anak mengikuti pembelajaran Iqra serta menyetorkan hafalan Al-Qur’an.
Menjelang Maghrib, sekitar pukul 17.30, anak-anak disajikan makanan berat sebelum melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. Seusai Maghrib, kegiatan berlanjut dengan murojaah hafalan dan pembinaan akhlak hingga masuk waktu Isya. Setelah shalat Isya berjamaah, anak-anak menerima snack untuk dibawa pulang.
Pada Selasa (2/9), tercatat 19 anak hadir mengikuti kegiatan belajar di Rumah Qur’an Ashhabul Ilmi.
Seluruh kegiatan ini dapat terlaksana berkat kepedulian para donatur yang dengan ikhlas menyisihkan sebagian hartanya di jalan Allah. Kehadiran Rumah Qur’an Ashhabul Ilmi diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan generasi Qur’ani berakhlak mulia, sekaligus amal jariyah bagi semua pihak yang berkontribusi.
Rumah Qur’an ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara da’iyah, masyarakat, dan para dermawan mampu melahirkan ruang pendidikan Islami yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran STID Mohammad Natsir sebagai kampus kaderisasi da’i dan da’iyah. Melalui para alumninya, dakwah tidak hanya hidup di kota besar, tetapi juga hadir hingga pelosok, membina masyarakat dan mendidik generasi Qur’ani. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata pengabdian dan kontribusi lulusan STID Mohammad Natsir bagi umat dan bangsa.


