Suasana haru sekaligus hangat menyambut kedatangan seorang da’i Dewan Dakwah di Dusun Kuala Parit, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Pada Sabtu, 16 Agustus 2025, da’i resmi memulai tugasnya membina umat Islam di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama non-Muslim, dengan hanya tujuh kepala keluarga beragama Islam.

Setibanya di pelabuhan, da’i langsung dijemput oleh Bapak Sandi, pengurus musholla setempat, kemudian dipertemukan dengan Kepala Dusun serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran ini menjadi angin segar bagi warga, khususnya para mualaf, yang selama ini sangat membutuhkan bimbingan agama.
Hari-hari awal penugasan diisi dengan silaturahim kepada Kepala Desa dan masyarakat, sekaligus perkenalan kepada jamaah. Tidak menunggu lama, da’i segera turun mengajar anak-anak mengaji dan memberikan pendampingan kepada para mualaf. Warga menyambutnya penuh syukur, bahkan merasa terbantu karena hadirnya ustadz di tengah mereka.

Dusun Kuala Parit sendiri dihuni oleh masyarakat asli suku Akit. Kondisi ini membuat dakwah harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan pendekatan yang bertahap. Selain pembinaan agama, da’i harus memberdayakan masyarakat dari sisi sosial dan ekonomi, sehingga dakwah bisa berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.
Kehadiran da’i Dewan Dakwah di pelosok Riau ini menjadi bukti nyata semangat dakwah ke penjuru negeri. Dengan bekal kesungguhan dan doa umat, langkah kecil ini diharapkan mampu menguatkan iman mualaf, menumbuhkan generasi Muslim, serta membangun peradaban yang berkelanjutan.


