Bekasi — Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir menyelenggarakan Kuliah Umum pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Masjid Wadhhah Abdurrahman Al-Bahr. Kegiatan yang berlangsung sejak ba’da Subuh ini menghadirkan Dr. Adian Husaini, M.Si, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, sebagai pemateri. Kuliah umum tersebut juga disiarkan secara langsung (live streaming) melalui kanal YouTube STID Natsir Official.
Kuliah umum ini membahas secara mendalam relevansi kitab Ta’limul Muta’allim karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dalam konteks pendidikan dan kebangkitan peradaban Islam masa kini. Dr. Adian menegaskan bahwa meskipun kitab tersebut telah berusia lebih dari 800 tahun, kandungannya tetap aktual dan terus dipelajari hingga hari ini.
“Ada yang mengatakan kitab Ta’limul Muta’allim tidak relevan karena umurnya sudah sangat tua. Padahal faktanya, kitab ini terus dipelajari dari generasi ke generasi sampai sekarang,” ungkap Dr. Adian.

Dalam pemaparannya, Dr. Adian menjelaskan bahwa Ta’limul Muta’allim ditulis sekitar 50 tahun sebelum jatuhnya Baghdad ke tangan bangsa Mongol, sebuah tragedi besar dalam sejarah Islam. Menurutnya, kehancuran Baghdad bukan semata disebabkan oleh kekalahan militer, melainkan karena kerusakan ilmu dan akhlak yang berdampak pada runtuhnya peradaban.
“Hancurnya peradaban itu dimulai dari hancurnya akhlak, dan hancurnya akhlak bersumber dari rusaknya ilmu. Manusia bisa pintar, tetapi lemah, sehingga akhirnya kalah,” jelasnya.
Padahal, pada masa itu Baghdad merupakan pusat peradaban dunia, unggul dalam ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan kekayaan. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu bertahan karena kualitas manusianya mengalami kemunduran. Dari peristiwa ini, Dr. Adian menekankan bahwa kebangkitan umat tidak bisa dicapai secara instan, melainkan harus melalui proses panjang dengan membangun generasi yang berkualitas.
Lebih lanjut, Dr. Adian menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama kebangkitan peradaban Islam. Pendidikan yang benar akan melahirkan manusia yang benar, dan manusia yang benar akan membentuk sistem serta peradaban yang kuat.
“Kitab Ta’limul Muta’allim sejatinya disiapkan untuk membangun kebangkitan umat melalui perbaikan pendidikan. Sistem itu penting, tetapi yang menjalankan sistem adalah manusia. Manusia yang baik akan melahirkan sistem yang baik,” tegasnya.
Dalam kuliah tersebut, Dr. Adian juga menguraikan konsep ilmu fardu ‘ain dan fardu kifayah, serta urgensi menempatkan keduanya secara proporsional dalam sistem pendidikan Islam. Ia mengibaratkan ilmu fardu ‘ain sebagai kebutuhan pokok, sementara ilmu fardu kifayah sebagai pelengkap yang harus disesuaikan dengan kebutuhan umat.
“Ilmu fardu ‘ain itu seperti makanan, sedangkan ilmu fardu kifayah seperti obat. Jika kurikulum terbalik—obat lebih banyak daripada makanan—maka hasilnya tidak akan ideal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap Muslim wajib mempelajari ilmu yang menjadi syarat terlaksananya kewajiban ibadah dan perannya dalam kehidupan. Menuntut ilmu, menurutnya, merupakan kewajiban yang tidak bergantung pada kondisi negara atau kebijakan pemerintah.
“Menuntut ilmu itu wajib, baik di negeri Muslim maupun non-Muslim. Kewajiban itu datang dari Allah, bukan dari pemerintah,” jelas Dr. Adian.
Selain itu, Dr. Adian mengingatkan agar pendidikan Islam tidak sekadar mengikuti tuntutan pasar atau orientasi materi, tetapi harus berfokus pada pembentukan insan berilmu, berakhlak, dan mampu berdakwah dengan benar.
“Jangan sampai seseorang banyak hafal Al-Qur’an, tetapi tidak mampu berdakwah dengan baik. Dakwah itu fardu ‘ain, maka ilmu untuk berdakwah pun menjadi wajib,” tegasnya.
Kuliah umum ini menjadi penguatan visi STID Mohammad Natsir sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen melahirkan da’i intelektual dan kader umat yang memadukan ilmu, akhlak, dan tanggung jawab peradaban. Melalui kajian Ta’limul Muta’allim, mahasiswa diharapkan memahami bahwa kebangkitan Islam harus dimulai dari perbaikan ilmu dan pendidikan, yang kemudian melahirkan generasi unggul dan beradab. (Humas STID Mohammad Natsir)

